Selamat datang dan selamat bergabung kawan-kawan sejawat dan adik-adik perawat
Pada kesempatan ini admin akan membagian Tips dan Trik serta pengalaman tentang dunia keperawatan khususnya dalam pembuatan / penulisan ASKEP (Asuhan Keperawatan) yang mana hal ini merupakan rutinitas dalam kita bekerja sebagai legalitas asuhan keperawatan (Dokumentasi keperawatan) maupun bagi adik-adik yang masih duduk di bangku kuliah sebagai persyaratan untuk menuju gelar Diploma Keperawatan atau Sarjana Keperawatan.
Bagi dunia keperawata, ASKEP (Asuhan Keperawatan) merupakan hal yang melekat pada individu masing-masing perawat, selain sebagai dokumentasi keperawatan, ASKEP juga merupakan aspek legal yang berkekuatan hukum yang berguna bagi suatu instansi pelayanan kesehatan maupun untuk individu perawat itu sendiri dalam menjalankan praktik keperawatan.
bagi beberapa kawan sejawat atau adik-adik mahasiswa mungkin ada yang kesulitan dalam memahi dan membuat /menulis ASKEP (Asuhan Keperawatan) sehingga kalimat Asuhan Keperawatan menjadi sebuah momok yang menakutkan dan menyeramkan terutama bagi adik-adik kita mahasiswa saat terjun dalam praktik klinik keperawatan di rumah sakit atau puskesmas.
baikalah tanpa panjang lebar lagi, kali ini admin akan coba jelaskan dengan singkat dan jelas Tips dan Trik mudah membuat / menulis ASKEP (Asuhan Keperawatan).
"Tak kenal maka tak sayang"
mungkin itu pepatah yang sangat tepat dalam kita menulis ASKEP (Asuhan Keperawatan).
Langkah pertama agar kalian mudah membuat ASKEP (Asuhan Keperawatan) adalah anda harus kenal dulu. Apa itu ASKEP (Asuhan Keperawatan)...?
Oke,,,, Admin kira semua sudah bisa menjawab pertanyaan barusan, karena admin yakin kalian sudah hatam mengenai pengertian-pengertian tentang ASKEP (Asuhan Keperawatan) di bangku kuliah yang dijelaskan oleh Bapak/Ibu Dosen kalian atau dari hasil kalian baca-baca buku.
yang perlu dipahami dan ditekankan dari pengertian ASKEP (Asuhan Keperawatan) adalah konsep tubuh / kerangka ASKEP (Asuhan Keperawatan) itu sendiri, Apa itu ....?
"Tulis Apa Yang Anda Kerjakan, dan Kerjakan Apa Yang Anda Tulis"
Ya betul, ASKEP (Asuhan Keperawatan) adalah tentang menulis apa yang kita kerjakan / berikan kepada pasien dan memberikan tindakan apa yang sudah kita tulis. Mungkin kalimat di atas yang admin beri cetak tebal sering kalian lihat dan baca namun sering terabaikan, padahal itu adalah konsep sesungguhnya dalam dunia ASKEP (Asuhan Keperawatan).
Langkah kedua, setelah kita sudah berkenalan dengan ASKEP (Asuhan Keperawatan) sekarang kita lakukan PDKT alias pendekatan. Pada langkah ini kalian wajib mengupas tuntas kerangka struktur dari sebuah ASKEP (Asuhan Keperawatan), admin akan bantu jelaskan agar kalian mudah memahami strukturnya.
Sejak dulu hingga sekarang struktur dasar ASKEP (Asuhan Keperawatan) masih sama dan sangat sulit dirubah karena memang sudah baku dan sempurna, yang sering kalian lihat berbeda-beda adalah blangkonya, tidak perlu jauh-jauh bisa kita bandingkan blangko ASKEP (Asuhan Keperawatan) KMB dan KDM, atau lainnya pasti kalian menemukan perbedaan, atau kalau mau membedakan yang lebih rumit antara blangko ASKEP (Asuhan Keperawatan) Rumah Sakit A dan Rumah Sakit B misal, disana akan anda temukan perbedaan-perbedaan, ada lembar Triage, EWS, dan lain sebagainya, dan admin rasa itu adalah yang mengecoh kalian dalam memahami ASKEP (Asuhan Keperawatan) dan cara penulisannya, padahal yang perlu kalian pegang teguh adalah cukup kerangkanya saja maka semua blangko-blangko ASKEP (Asuhan Keperawatan) bagaimanapun bentuknya akan kalian kuasai sepenuhnya dalam sekejap.
oke...., ini dia kerangka yang tadi admin bilang dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah :
- Pengkajian
- Analisa Data
- Diagnosa Keperawatan
- Intervensi Keperawatan
- Implementasi Keperawatan
- Evaluasi Keperawatan
- Pengkajian
perlu admin tambahkan, pengkajian merupakan kegiatan menggali informasi dan mengasah pengetahuan medis yang kalian punya, inspeksi adalah melihat bukan sekedar melihat pasien, tapi juga melihat penyakit atau diagnosa pasien, perdalam dan kuasai pengetahuan kalian tentang penyakit agar mudah memahami dan mengarahkan pengkajian yang mau anda lakukan, begitu pula untuk perkusi, palpasi dan auskultasi, kemudian kalian tulis apa yang kalian lihat, kalian rasa, dan kalian dengar secara menyeluruh dari ujung kepala sampai ujung kaki si pasien, itulah mengapa setiap ASKEP selalu di dahului dengan Laporan Pendahuluan.
contoh :
kalian sedang melakukan pengkajian pasien yang sedang di rawat inap di RS A Ruang Paru, dengan Diagnosa TB paru.
sebelum kalian melakukan pengkajian, kalian wajib menguasai tentang penyakit TB paru terlebih dahulu agar mudah melakukan pengkajian secara terarah.
dalam benak kalian, karena ini adalah pasien TB Paru, maka pengkajian kalian akan berfokus pada pernafasan, pasti pertanyaan kalian pada pasien adalah "bagaimana nafasfnya pak apakah sesak?", kemudian anda akan lihat pergerakan dada pasien, kemudian anda akan dengarkan suara nafas dan suara di paru-paru pasien dengan Ronchi (+), bahkan anda akan melakuan perkusi dan palpasi di area dada, mengkaji TTV TD 120/80mmHg, N 88x/m, RR 26x/m, T 38'C, SPO2 93% dan munculah diagnosa keperawatan "bersihan jalan nafas tidak efektif" (jika kalian berhenti disana, admin rasa kalian belum cukup memahami diagnosa / penyakit pasien)
dan admin jamin saat konsul ASKEP (Asuhan Keperawatan) dengan kaka perawatnya akan banyak coretan-coretan, hehe....
Penjelasan :
kunci dalam melaksanakan pengkajian adalah paham kasus / diagnosa pasien, karena pasien dengan TB Paru, anda juga wajib mengkaji berapa lama pengobatan berjalan?, anda harus kuasai apakah pasien masih aktif menularkan penyakit, jika ya apakah pasien sudah berada di ruang isolasi airbon?, bahkan anda juga perlu mengkaji mual muntah, hah.... pasien TB dikaji mual muntah??????
iyalah, pengobatan TB kan biasanya dilakukan selama 6 bulan bahkan lebih, kalian juga harus kuasai itu, obat yang dikonsumsi pasien dapat berakibat mual bahkan muntah dan rasa tidak nyaman di perut, sudahkan anda mengkaji itu....????? padahal pasiennya lagi mual dan lagi sakit perut tuh, dan ada juga muntah 6 kali, warna urin sudah kuning keruh dengn jumlah sedikit, bisa jadi karena mual muntah kemudian dehidrasi malah diagnosa "defisit volume cairan" yang menjadi prioritas, dan apa kalian sudah kaji PQRST dari nyeri perutnya? P= peningkatan asam lambung/inflamasi mukosa lambung, Q= Seperti di iris-iris, R= ulu hati, S= 5 dari 10, T= sejak pagi sampai malam ini tetap nyeri.
Pada Intinya adalah : dalam bagian pengkajian, kalian wajib menguasai "Diagnosa" pasien dan paham tentang "Inspeksi", "Perkusi", "Palpasi", dan "Auskultasi" secara menyeluruh.
- Analisa Data
Pada bagian ini kalian membutuhkan skil dalam menganalisa suatu masalah yang sudah anda kaji sebelumnya., sebenarnya pada bagian ini cukup mudah karena semua data yang anda perlukan sudah didapat pada saat mengkajian dengan syarat pengkajian kalian harus lengkap dan terarah, kalian cuma tinggal mengelompokan data tersebut untuk mengarahkan / mendukung pada suatu masalah atau diagnosa keperawatan yang akan kalian angkat.
Contoh :
kita anggap kasus pasien yang sama dengan di atas adalah :
contoh
Analisa Sederhana mengunakan DS (data subjektif) dan DO (data objektif)
Analisa data 1
⇨ DS : pasien mengatakan nafas terasa berat dan sesak
⇨ DO : dipsnue (+), RR 26x/m, N 88x/m, SPO2 93%, Tampak sianosis (-), Auskultasi dada Ronchi (+), pasien terlihat kesulitan bernafas
Analisa data 2
⇨ DS : Pasien mengatakan perut terasa mual dan nyeri dibagian ulu hati
⇨ DO : Nyeri : Ya, pasien tampak memegangi perutnya
P : Peningkatan asam lambung/inflamasi mukosa lambung
Q : Seperti di iris-iris
R : ulu hati
S : 5 dari 10
T : sejak pagi sampai malam ini tetap nyeri
Analisa data 3
⇨ DS : Pasien Mengatakan mual dan ada muntah 2 kali
⇨ DO : Pasien muntah 2 kali sejak di IGD sampai masuk ruang ranap dan dirumah sebelum masuk RS 4 kali sejak pagi, CRT = 2 detik, T: 38'C, warna urine : kuning keruh, Jumlah urine kurang lebih 100CC sejak pagi hingga malam, pasien tampak lemas. membran mukosa kering.
Sebenarnya masih banyak analisa data yang bisa didapat dari 1 pasien tadi, misalnya hiperterminya, kebutuhan nutrisi dan lain sebagainya dari data pengkajian yang kalian dapat, supaya mempersingkat admin contohkan 3 dulu, dan mudah-mudahan itu cukup mewakili dari penjelasan mengenai analisa data di atas.
Pada intinya untuk bagian analisa data ini kalian dituntut untuk mahir membaca situasi dan mengelompokan suatu data yang kalian dapat menjadi salah satu rujukan diagnosa yang akan kalian angkat.
- Diangnosa Keperawatan
dari analisa data diatas maka dapat kita prioritaskan masalah sebagai berikut :
- Bersihan nafas tidak efektif b/d Obstruksi jalan nafas : banyaknya tumpukan mokus (dari analisa data 1)
- Defisit Volume Cairan b/d kehilangan volume cairan secara aktif (dari analisa data 3)
- Nyeri Akut b/d Agen cidera : Inflamasi Mukosa Lambung (dari analisa data 2)
- Intervensi Keperawatan
Contohnya sepeti ini :
Dx 1. Bersihan nafas tidak efektif b/d Obstruksi jalan nafas : banyaknya tumpukan mokus
Intervensi :
- Pastikan kebutuhan oral / tracheal suctioning.
- Berikan O2 ……l/mnt, metode………
- Anjurkan pasien untuk istirahat dan napas dalam
- Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
- Lakukan fisioterapi dada jika perlu
- Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
- Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
- Berikan bronkodilator :
- Monitor status hemodinamik
- Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab
- Berikan antibiotik
- Monitor respirasi dan status O2
- Pertahankan hidrasi yang adekuat untuk mengencerkansekret
- Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang penggunaanperalatan : O2, Suction, Inhalasi.
Intervensi :
- Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
- Monitor status hidrasi ( kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik), jika diperlukan
- Monitor hasil lab yang sesuai dengan retensi cairan (BUN , Hmt , osmolalitas urin, albumin, total protein)
- Monitor vital sign setiap 15menit – 1jam
- Kolaborasi pemberian cairan IV
- Monitor status nutrisi
- Berikan cairan oral
- Berikan penggantian nasogatrik sesuai output (50 – 100cc/jam)
- Dorong keluarga untuk membantu pasien makan
- Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk
- Atur kemungkinan tranfusi
- Persiapan untuk tranfusi
- Pasang kateter jika perlu
- Monitor intake dan urin output setiap 8 jam
Intervensi :
- Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
- Observasi reaksi nonverbal dan ketidaknyamanan
- Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien
- Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri
- Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
- Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang ketidakefektifan kontrol nyeri masa Iampau
- Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan
- Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan
- Kurangi faktor presipitasi nyeri
- Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi, nonfarmakologi dan inter personal)
- Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi
- Ajarkan tentang teknik non farmakologi
- Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri
- Evaluasi keefektifankontrol nyeri
"Nanda NIC NOC"
- Implementasi Keperawatan
Contoh :
Dx 1. Bersihan nafas tidak efektif b/d Obstruksi jalan nafas : banyaknya tumpukan mokus
Implementasi :
- Memastikan kebutuhan oral / tracheal suctioning : (Section jam 20:00 dgn jumlah cairan yang disedot sebanyak kurang lebih 15cc)
- Memberikan O2 3 L/mnt, metode Nasal Canula pada jam 20:20
- Menganjurkan pasien untuk istirahat dan latihan napas dalam pada jam 20:20
- Memposisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi : memposisikan pasien semi fowler pada jam 20:20
- Lakukan fisioterapi dada jika perlu (ini belum perlu dilakukan)
- Mengeluarkan sekret dengan batuk atau suction : Mengajari pasien cara batuk efektif pada jam 20:00
- melakukan Auskultasi suara nafas, dan mencatat adanya suara tambahan : suara Ronchi (+) namun sudah berkurang setelah dilakukan section dan latihan batuk efektif pada jam 20:30
- Berikan bronkodilator : (belum perlu dilakukan)
- Memonitor status hemodinamik : (Baik tidak perlu tindakan lanjutan)
- Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab (tidak dilakukan)
- Memberikan antibiotik : hasil kolaborasi dengan dokter memberikan antibiotik Cefotaxim 1g / 12 jam, Injeksi Skin test jam 20:45 hasil negatif (-), Injeksi Obat masuk jam 21:00
- Memonitor respirasi dan status O2 :TD 120/80, T: 37,7'C, RR 26, N 86, SPO2 98% dengan O2 3 L/mnt, Sianosis : Tidak Ada pada jam 05:00
- Pertahankan hidrasi yang adekuat untuk mengencerkan sekret : (tidak dilakukan karena dengan implementasi sebelumnya sudah menunjukan perbaikan)
- Menjelaskan pada pasien dan keluarga tentang penggunaan peralatan : O2, Suction, Inhalasi. : (melakukan prosedur Informed consent sebelum melakukan tindakan section dan pemasangan O2 nasal canula) dilakukan pada jam 19:45
Dx 1. Bersihan nafas tidak efektif b/d Obstruksi jalan nafas : banyaknya tumpukan mokus
Implementasi :
- Menjelaskan pada pasien dan keluarga tentang penggunaan peralatan : O2, Suction, Inhalasi. : (melakukan prosedur Informed consent sebelum melakukan tindakan section dan pemasangan O2 nasal canula) dilakukan pada jam 19:45
- Memastikan kebutuhan oral / tracheal suctioning : (Section jam 20:00 dgn jumlah cairan yang disedot sebanyak kurang lebih 15cc)
- Mengeluarkan sekret dengan batuk atau suction : Mengajari pasien cara batuk efektif pada jam 20:00
- Memberikan O2 3 L/mnt, metode Nasal Canula pada jam 20:20
- Menganjurkan pasien untuk istirahat dan latihan napas dalam pada jam 20:20
- Memposisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi : memposisikan pasien semi fowler pada jam 20:20
- melakukan Auskultasi suara nafas, dan mencatat adanya suara tambahan : suara Ronchi (+) namun sudah berkurang setelah dilakukan section dan latihan batuk efektif pada jam 20:30
- Memberikan antibiotik : hasil kolaborasi dengan dokter memberikan antibiotik Cefotaxim 1g / 12 jam, Injeksi Skin test jam 20:45 hasil negatif (-), Injeksi Obat masuk jam 21:00
- Memonitor respirasi dan status O2 :TD 120/80, T: 37,7'C, RR 26, N 86, SPO2 98% dengan O2 3 L/mnt, Sianosis : Tidak Ada pada jam 05:00
- Evaluasi Keperawatan
Contoh :
dengan kasus yang sama seperti di atas dengan diagnosa :
Bersihan nafas tidak efektif b/d Obstruksi jalan nafas : banyaknya tumpukan mokus
Tangga
Jam
|
Dx
|
Evaluasi
|
25/4/2020
13:00
Dinas Pagi
|
Bersihan nafas tidak efektif b/d Obstruksi jalan nafas : banyaknya tumpukan mokus |
S :pasien mengatakan nafas masih terasa sesak O : TD 120/80, T: 37,7'C, RR 26, N 86, SPO2 98% dengan O2 3 L/mnt, Ronchi (+) Sianosis : Tidak Ada A : Masalah Belum Teratasi P : Lanjutkan Intervensi :
|
25/4/2020
20:00
Dinas Siang
|
Bersihan nafas tidak efektif b/d Obstruksi jalan nafas : banyaknya tumpukan mokus |
S :pasien mengatakan nafas masih terasa sesak O : TD 130/80, T: 36,7'C, RR 24, N 86, SPO2 98% dengan O2 3 L/mnt, Ronchi (<) Sianosis : Tidak Ada (data S dan O pada saat dinas Pagi) A : Masalah Belum Teratasi P : Lanjutkan Intervensi :
|
26/4/2020
06:00
Dinas Malam
|
Bersihan nafas tidak efektif b/d Obstruksi jalan nafas : banyaknya tumpukan mokus |
S :pasien mengatakan nafas berkurang O : TD 120/80, T: 36,5'C, RR 20, N 86, SPO2 98% Tanpa O2 , Ronchi (<) Sianosis : Tidak Ada (data S dan O pada saat dinas Siang) A : Masalah Belum Teratasi P : Lanjutkan Intervensi :
|
Tinggal lanjutkan deh untuk hari-hari perawatan selanjutnya.....
tidak ada yang sulit bukan,,,? pada intinya selelu tulis apa yang kalian kerjakan dan kerjakan apa yang kalian tulis" dan selalu perhatikan penulisan tanggal beserta jam saat dilakukan tindakakan, agar alur pelayanan asuhan keperawatan mudah dicerna.
Sampai disini dulu Tips dan Trik dari admin, Kritik dan saran sangat admin harapkan, jika ada pertanyaan bisa kalian tulis pada kolom komentar dibawah ini, kalau mau ngobrol dengan admin secara pribadi silakan klik link Ini : Hubungi Admin
Mau lihat contoh ASKEP lainnya silakan klik : Disini
Disunting Oleh : Muhammad Rizki Maulana, A.Md.Kep., CWCCA

Belum ada tanggapan untuk "CONTOH ASKEP, TIPS DAN TRIK MENULIS ASKEP MUDAH TANPA BANTAHAN KAKA PEMBIMBING"
Post a Comment